Kiriman Langsung Dari LONDON dan Arti Sebuah Kedewasaan

Maaf sebelumnya kalau gaya bahasa ngeblog gue agak terlalu kaku, karena udah lama gak nulis. Semoga bisa konsisten lagi di bulan ini.

Fans layar kaca.

Itulah predikat gue saat ini. Kalau kalian yang sering berkunjung ke blog gue, dan stalkingin profile gue di sini, pasti kalian tahu kalau gue adalah fans Tottenham Hotspur, sebuah klub tradisional asal London Utara yang sekarang ini berlaga di Premier League, kasta liga tertinggi di Inggris.

Mengapa harus Spurs? Kenapa tidak mendukung klub-klub besar seperti Barcelona, Real Madrid, atau Bayern Munchen yang memiliki jutaan fans diseluruh dunia?

Continue reading “Kiriman Langsung Dari LONDON dan Arti Sebuah Kedewasaan”

Apapun Tentang Kita, Tidak Pernah Membuatku Bosan

Bagaimana jika suatu hari nanti aku bisa merasa bosan tentang kita?

Pertanyaan itu cukup menyiksaku beberapa waktu belakangan ini.

Aku bisa tertawa karena sebuah candaan yang sama. Mungkin itu tidak lagi sama lucunya jika diucapkan lebih dari batas kewajaran. Aku tidak bisa merasa sedih terus-menerus pada satu masalah yang sama. Kita tidak bisa menjalani sesuatu hal yang membuat kita tidak mengalami progress. Kita tidak bisa melakukan sesuatu yang tidak berguna secara berulang-ulang.

Itu menunjukkan Aku, termasuk orang lain, ternyata bisa merasakan bosan.

Tapi bagiku, apapun tentang kita, tidak pernah membuatku bosan. Mungkin sedikit berlebihan kalau aku menawarkan tulisan ini padamu, karena kamu tidak bertanya. Tapi aku tidak akan bosan bila melakukan hal -hal ini.

Continue reading “Apapun Tentang Kita, Tidak Pernah Membuatku Bosan”

Aku Bodoh

Aku bodoh. Cukup dengan mengatakan itu aku sudah puas. Daripada menahan malu menyangkal diri kalau sebenarnya selama ini hanya berpura pura untuk tidak terlihat bodoh. Ketika menyadari diri sebenarnya lemah, menyadarinya namun enggan mengakuinya, itu adalah hal paling memalukan dalam hidup.

Aku adalah cowok terbodoh yang pernah kamu kenal. Ya, aku mengakuinya. Seluruh dunia tahu itu. Setidaknya dengan mengenalmu, aku tahu kalau aku bodoh.

Continue reading “Aku Bodoh”