Mantan bukanlah sampah.

Seburuk apapun kenangan bersama mantan, kita dulu pernah merasakan nikmatnya cinta bersama mantan. Pernah tertawa bersama mantan,ngegombalin mantan, Pokoknya mesra mesranya bareng mantan. Mungkin karena sesuatu hal membuat kemesraan itu kandas, Dan setelah gebetan berganti status menjadi mantan, pengen banget rasanya lupain dia. Salah satunya, mengunfollow twitternya, unfriend facebooknya, delete + contact  BBMnya dan bakar foto fotonya. Separah itukah ?

Jangan salahkan cinta jika anda tersakiti karena mantan, anda yang salah menaruh cinta pada orang yang tidak tepat.

Sebenarnya gue juga punya mantan. Dan gue harus berusaha melupakan dia. Tapi diblog ini, gue malah lakukan sebaliknya. Disini gue menceritakan kisah gue bersama mantan PDKTan gue. Karena sebelumnya gue belum dapetin izin dari dia untuk menceritakan dirinya diblogini, jelasin sedikit saja.

Namanya Marnnala Natalia. Umurnya saat ii 16 tahun, sama seperti gue. Bedanya, dia lahir bulan desember dan gue bulan agustus (gakpenting) Sifatnya baik, polos, pintar juga dan rajin menabung. Gue kenal dia lewat socmed Facebook. Sebenarnya, pertama kali gue lihat dia ketika Natal Keluarga Besar SMP Negeri 6 Tahun 2012. Saat itu sedang berlangsung Liturgi Profesi dan dia memerankan Profesi Pendeta. Biasanya Pendeta berdiri diakhir barisan dan menunggu giliran.

“Disaat semua orang menyombongkan diri dengan kehebatan profesinya, dia datang membawa perdamaian.”

Di Liturgi Profesi di acara Natal manapun, gue paling suka Profesi Pendeta. Dan orang yang memerankan profesi itu bukan orang sembarangan. Berwajah Malaikat, ganteng/cantik (manis pun boleh) dan punya chemistry dalam memerankan profesi pendeta.

Gue paling suka banget kalau dia yang jadi pendetanya. Diakhir segmen, sebenarnya gue pengen tepuk tangan sedahsyat dahsyatnya karena kagum dengan Liturgi Profesi yang mereka perankan,

Sejak dari acara itu, gue menjelma menjadi arwah penasaran yang pengen tau siapa dia sebenarnya. Tiap hari gue cari di Facebook dengan kata kunci “Marnala Natalia” tapi gak ada hasilnya. Akhirnya gue dapatkan juga akun facebooknya dari temannya.

9 Februari 2013 Jam 07:30 ( kalau gak salah )

Gue mengirimkan friend request padanya. Dan pada hari yang sama ketika jam 08:30 friend request gue diaccept. Seketika gue langsung loncat loncat diatas tempat tidur dan teriak teriak gak jelas. Lalu aku mulai chattingan bareng dia sampai jam 10 malam dan gue tertidur.

Besoknya gue pergi sekolah dengan semangat sekali, meskipun dia duduk dia kelas IX-A (kelas unggulan) sementara gue di IX-G (kelas G- unggulan) gue masih tetap PD. Hari demi hari, gue menganggap dia itu bukan sekedar teman, tetapi lebih. Gue pernah nembak dia lewat sms, dan ditolak mentah mentah !. Tapi gue gak menyerah, gue masih kejar cintanya terus. Dan masih berlangsung sampai kami menginjak bangku SMA.

Ketika SMA, kami semakin akrab. Smsan tiga – empat kali semingu. Gue juga sering jumpain dia langsung datang kesekolahnya. Perlahan, perasaan itu tumbuh lagi.

To Be continued.. (Masih dalam perbaikan )

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s