Apa yang kalian pikirkan jika melihat banner caleg DPR dipajang gede gede di Halaman rumah kalian ? Kesal, Marah, dan terkesan mengumpat umpat.

Apalagi kalian sempat baca isi dari Banner itu.

“Pilih saya ! No. 5 ! Perubahan untuk —- (nama daerah)
Tegas, perduli, dan sudah teruji”
INGAT ! PILIH NO 5 !JANGAN SAMPAI LUPA!”

Kalo gue sih yang janggal itu pas kata “sudah teruji”.
Pemilihan kata memang butuh dalam kampanye, jangan sampe membuat pikiran masyarakat jadi aneh mencerna kata kata kampanye.
Berikut tips dari gue untuk para Caleg DPR.

1. Pilih slogan kampanye yang memuat visi misi partai dan tujuan caleg di masa depan apabila terpilih. Jangan sekedar mengumbar janji yang tak bisa dilaksanakan.
2. [PENTING] Jangan membawa bawa AGAMA dalam kampanye. Politik tetaplah Politik. Agama tetaplah Agama. Agama ialah sesuatu yang sangat sensitif, tidak dapat dikaitkan dengan hal sembarangan. Banyak di poster poster kampanye, dipajang gambar orang sedang berdoa dan menatap ke langit.
Me : mereka orang yang perlu dimusnahkan, mereka munafik. Seenaknya membawa agama dalam berpolitik

Tapi situasi berbeda terjadi di negeri ini, malahan metode seperti itu yang paling banyak menarik minat masyarakat. Mengingat agam mayoritas di Indonesia, ialah Muslim. Dan penggunaan poster seperti itu dihalalkan.

3. Jika ingin mendapatkan perhatian masyarakat dalam pemilu, lebih baiklah para caleg itu melakukan kegiatan positif sebelum mencalonkan diri jadi caleg. Karena jika para caleg itu melakukan aktivitas maayarakat setelah menjadi caleg , masyarakat berfikir itu pasti bagian dari kampanye dan semata mata hanya mencari perhatian.
Lebih baik sebelum menjadi caleg, lakukanlah aktivitas positif agar seluruh kalangan masyarakat mengenal caleg tersebut dan berharap caleg itu mencalonkan diri menjadi Calon anggota DPR.
Apakah kalian mengerti maksud saya ?

Intinya ,bukan caleg yang mengemis suara masyarakat, biarkan masyarakat yang berharap suatu saat caleg itu mencalonkan diri menjadi anggota DPR dan masyarakat pasti memilih mereka – mereka yang pernah berjasa di masyarakat.

4. Tips terakhir, berusaha menjaga kepercayaan. Karena memegang amanat masyarakat bukan perkara mudah. Pikirkan baik baik, pantaslah aku ini menjadi wakil rakyat? Yang bersedia menampung segala aspirasi rakyat dan mewujudkannya menjadi hal yang nyata…

Kuatkan iman anda , dan jika terpilih menjadi wakil rakyat anda harus bertanggung jawab melaksanakan tugas . Peganglah segala perintah Tuhan sebelum nasib anda berakhir di jeruji penjara.

TTD Penulis
Pieyter Mardi

Ada yang mau kamu utarakan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s