Sejujurnya, gue itu paling senang bergaul sama temen yang punya kekurangan (kurang sempurna). Gue itu gakpernah mandang kelainan mereka itu sebagai kekurangan, aku ingin mereka juga bersahabat dengan gue. mereka juga perlu membunuh rasa minder dan membuka jalur persahabatan bagi siapapun. Kalo orang lain bilang mereka itu cacat fisik, gue malah nganggap mereka itu jadi anugerah buatku untuk mensyukuri keadaan ku sekarang yang gak sebaik keadaan mereka. karena Tuhan pernah mempertemukan mereka sama gue, aku ajdi tau arti persahabatan tidak memandang kehebatan, kekayaan, dll.

Pas masih kelas 2 SMP, aku dipertemukan dengan seorang temen yang punya kelainan fisik . Teman akrabnya pun cuma 1 , tidak lain ialah teman bangkunya sendiri. Aku dekatin, aku ajak ngomong, lama kelamaan mulai akrab. Jadilah kami itu 3 sekawan. Dan luarbiasanya dia itu gak minder kalau kami keluar kelas, biasanya ke kantin. sayangnya dia sekarang udah beda sekolah SMA.

ada lagi temen SD ku dulu yang dicap AUTIS sama kawan SD nya. Pas kami jumpa lagi di SMA , dia masih seperti yang dulu. sekarang aku masih berkawan sama dia, dan mudahmudahan teman sekelasnya sekarang bisa nerima keadaannya. Karena paling gak suka aku nengok dia jalan sendirian, jajan sendirian. #curhat

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s